Penjelasan masalah ICR pada lonjakan suara 15 April 2009

Pada Rabu sore tanggal 15 April 2009, diberitakan telah terjadi lonjakan suara salah seorang caleg Partai Demokrat dari Dapil II Sulawesi Selatan. Tim Review TI KPU merasa prihatin dan memohon maaf atas terjadinya kesalahan ini.

Kami telah melakukan analisis terhadap seluruh sistem yang berkaitan dengan entri data dan penayangan.

Untuk menjelaskan kasus ini, pertama-tama kami sampikan alur proses entri data sampai penayangan perolehan suara caleg.

  1. Formulir C1-IT yang telah diisi oleh petugas KPPS diproses oleh software ICR di KPU Kabupaten/Kota
  2. Hasil pembacaan ICR akan ditampilkan di layar monitor, dan operator melakukan koreksi terhadap hasil pembacaan itu. Setelah operator memastikan  tidak ada salah baca, file disimpan dan dikirim ke KPU
  3. Di KPU, aplikasi Sistem Integrasi akan memeriksa keamanan dan otentikasi file yang dikirimkan oleh KPU Kabupaten/Kota tersebut untuk ditayangkan di pusat tabulasi nasional.

Hasil analisis menunjukkan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kesalahan pada Tim Review IT karena tidak sempat melakukan pengujian sistem secara komprehensif terhadap data perolehan suara caleg sementara untuk data perolehan suara partai politik telah dilakukan.
  2. Terjadi kesalahan pengisian form C1-IT oleh petugas PPS (contoh: satu kotak diisi lebih dari 1 digit, lihat gambar form C1-IT dibawah )Gambar 1 Pengisian lebih dari 1 digit
  3. Software ICR yang dipakai oleh KPU Kabupaten/Kota tersebut tidak memberikan pembacaan yang benar terhadap form C1-IT sebagaimana tercermin dari tabulasi di bawah (lihat gambar XML)

    Gambar 2 File Pembacaan ICR
    Keterangan:
    p : partai
    c : caleg

  4. Operator tidak melakukan koreksi pada halaman ke-7 form C1-IT sehingga data yang belum terkoreksi dikirim ke KPU (lihat gambar log)Gambar 3 File rekam jejak operator
    Keterangan:
    Partai P1 sampai dengan P30 atau halaman 1 sampai dengan 6 dan halaman 8 telah dikoreksi. Tetapi halaman 7 yang terdiri dari partai No. 31 s.d. 42 tidak dikoreksi.
  5. Software ICR yang digunakan oleh KPU Kabupaten/Kota pada saat itu memungkinkan proses pengiriman sebelum semua kesalahan pembacaan ICR dikoreksi oleh operator dan tidak ada restriksi terhadap data yang lebih dari 3 digit. Penyedia software ICR telah melakukan perbaikan dengan menerapkan pemeriksaan terhadap jumlah suara caleg, jumlah total suara caleg dan partai, serta tidak meloloskan data perolehan suara caleg dan partai politik yang melebihi 510 per TPS. Juga tidak memungkinkan pengiriman file hasil ICR sebelum semua koreksi selesai dilakukan.
  6. Aplikasi pada Sistem Integrasi tidak mengantisipasi data masuk yang lebih dari 510 suara caleg dan partai politik karena hal itu dianggap telah dilakukan pada software ICR.Penyedia Aplikasi Sistem Integrasi telah melakukan perbaikan dengan membuat aturan yang tidak meloloskan data perolehan suara caleg dan partai politik yang melebihi 510 per TPS.

Demikian penjelasan ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian. Kami terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memperbaiki segala kelemahan pada sistem TI KPU sehingga hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemuadian hari. Terima kasih.

Tim Review IT KPU – BPPT

PT Jasa Teknologi Informasi Mandiri (Sistem Integrator)

PT Smart Technology Indonesia (salah satu penyedia software ICR)

Iklan

24 Tanggapan

  1. […] Hal yang aneh memang, mengapa bisa terjadi hal seperti itu. Akan tetapi hal ini sudah dijawab oleh tim TI PEMILU 2009. Silahkan baca artikel https://tipemilu2009.wordpress.com/2009/04/15/penjelasan-masalah-icr/ […]

  2. semoga tidak akan terulang lagi,

  3. ICR-nya kok bisa salah baca kayak gitu ya?
    jadi kerja 2 kali deh.. pantesan pengumpulan data jadi lambat 😀

  4. pasti ada kambing itamnya 😉

  5. Terima kasih dan sangat menghargai adanya penjelasan ilmiah terhadap kejadian ini (sangat jarang lho di Indonesia).
    Bagaimanapun, kejadian ini sudah menyebabkan kredibilitas TI KPU jatuh.
    Rakyat, apalagi para caleg, jadi tidak percaya lagi pada IT.
    Dampaknya nanti pemilu akan jalan mundur, pakai cara manual lagi.

    Semoga KPU tahu diri, tidak mempersiapkan IT sebesar ini dalam waktu hanya 2 bulanan (melihat bahwa permintaan ke BPPT baru 27 Januari 2009).
    IBM saja, dengan sumber daya sebegitu hebat, tidak mampu menyiapkan IT yang baik untuk olimpiade LA dalam 3 bulan.
    Apalagi BPPT, yang notabene hanya peneliti, bukan yang punya IT seindonesia.
    Bayangkan bagaimana tim IT KPU harus mempersiapkan server, kontak telkom/indosat seluruh indonesia untuk pesan jalur komunikasi, pengadaan mesin ICR, mengirimnya ke seluruh Indonesia.
    Jelas saja “MELATIH” para operator dan KPPS terlewat.

    Mestinya hal seserius dan sebesar ini disiapkan setahun sebelumnya.

  6. Wah.. terimakasih penjelasannya:
    Kesimpulannya berarti memang di algoritma program.
    Salah siapa? ya perkiraannya: analis, designer, coder dan tester..
    waktu nya kurang? ya pasti salah yang ngasih kerjaan.. 🙂

    tapi saya salut, dalam waktu 2 bulan berani mengeluarkan software-nya (kenapa yg dulu (2004) aja yg di upgrade ya).

    Dulu ada peta geografis, yg ini gak ada ya?

  7. Pak Hendra,
    Software ICR bukan dibuat oleh tim review TI BPPT, melainkan dibuat oleh masing-masing vendor. Tim Review TI BPPT bertugas melakukan standarisasi, mereview dan membuat SOP untuk operator di lapangan. Peta geografis bisa dilihat di http://webgis.kpu.go.id

  8. wah keren nih! Bisa disubmit ke dailywtf ( http://thedailywtf.com/ )

  9. Dari contoh scan di atas, nilai yang paling kanan adalah nilai koreksinya kan? Kecuali mungkin pada P43-J yang belum dikoreksi. Dari P23-J sampai B2 (19 item), yang tidak perlu dikoreksi yaitu bernilai 0 di kanan ada 3, atau 2 apabila P43-J sudah terkoreksi. Dengan demikian persentase data hasil scan yang benar: 10,5 % dan yang salah adalah 89,5 %. Kok bisa2 nya KPU pakai alat yang keakuratannya hanya 10,5 %. Mendingan entry langsung saja datanya nggak usah di-scan segala…

  10. %jelata
    Yang ditampilkan di log file adalah koreksi yang dilakukan oleh operator, karena hasil baca ICR salah. Misalnya di baris kedua tertulis: P24-C1: 0 => 1
    Artinya: partai No.24, untuk caleg no.1, hasil baca ICR adalah “0”, padahal seharusnya 1 (yang tertulis di dokumen sumber C1-IT) . Operator kemudian melakukan koreksi, dari “0” diralat menjadi “1” agar sesuai dengan apa yg tertulis di forumulir C1-IT. Total ada 19 baris pada file log di atas, maksudnya ada 19 kali koreksi.

    Untuk menghitung akurasi ICR pada dokumen tersebut, kita harus menghitung semua angka yang tertulis di dokumen C1-IT. Sekedar ilustrasi, banyaknya partai 38, sedangkan untuk tiap partai tersedia 14 isian (1 isian jumlah suara partai, 12 isian perolehan suara caleg dan 1 isian total jumlah). Dengan demikian total isian angka yang muncul, maksimal 38×14 = 532. Tentu saja tidak semua partai full 12 caleg terisi semua. Seperti pada contoh gambar di atas, hanya 10 caleg yang terisi.

    Akurasi ICR pada dokumen tersebut=
    berapa yang direcognize dengan benar dibagi total angka yang muncul.

  11. […] penulis sama sekali belum mengenalnya. Apakah pertemuan ini ada sangkut pautnya dengan jutaan suara ajaib yang diperoleh caleg dari sebuah TPS di Sinjai, Sulawesi Selatan yang menghebohkan […]

  12. […] Penjelasan masalah ICR pada lonjakan suara 15 April 2009 […]

  13. kalo 1 itu bisa salah….

    yg lainnya gimana ????

    prinsip pembuktian matematika:

    cuma perlu 1 contoh penyangkal untuk mengatakan suatu klausa itu salah.
    untuk membuktikan bnar???
    harus cek POPULASI ( bukan sample )
    atau pakai induksi…

    mau ga mau….
    kudu diperiksa 1-1
    atau
    SEMUA ANGKA DI TNP GA ADA ARTINYA

    sorry, sudut pandang math emg seperti itu…:D

  14. Solusi ICR ini adalah solusi buang-buang duit dan tidak memberi nilai tambah sama sekali.

    Anehnya, kok bisa ya uang rakyat dipakai untuk itu dan nggak ada yg protes?

  15. […] mari kita tinjau proses penghitungan suara yg juga ditulis oleh website tersebut pada rujukan berikut, […]

  16. Kebanyakan duit apa bikin ICR segala?

    Kalo sering salah gitu sama aja boong, udah nuggu lama buat scan, masih harus koreksi lagi

    Entry pake web apa excel kan lebih murah & simple

  17. duitnya yang jelas banyak yang dikorupsi

  18. Sepengetahuan ku, ICR sbg alat bantu entri data. Isian form C1-IT kan buanyak.. Pernah nanya ke operator di KPU daerah, per TPS 5-10 menit kelar. Coba bandingkan dgn entri manual dgn isial lebih dari 500 isian (Ada 38 partai, masing2 14 baris isian)!?
    Mahal-nya krn aplikasi ICR perlu hardware scanner ADF. Dan ada kebutuhan KPU u/ documen filing hasil suara per-TPS sbg bukti yg sah bila ada sengketa..

  19. 2. Terjadi kesalahan pengisian form C1-IT oleh petugas PPS (contoh: satu kotak diisi lebih dari 1 digit, lihat gambar form C1-IT dibawah )

    Dari point tersebut, memang jelas sekali bahwa pengisian manualnya salah. Harusnya satu kolom satu angka, ternyata satu kolom diisi 2 angka. Ini bukti kalau KPPS kurang dapat sosialisasi.

    Yang heran, kenapa kolom JUMLAHNYA cuma 3 ? Bagaimana kalau suaranya lebih dari 999 ?

  20. @Eko: sepertinya diasumsikan satu TPS diikuti pemilih yang berjumlah lebih dari 999 orang, kalaupun ada dengan mudah bisa didekomposisi lagi menjadi TPS baru

  21. ralat: maksudnya diasumsikan satu TPS tidak mungkin diikuti pemilih berjumlah lebih dari 999

  22. Menurut UU No.10 th.2008, jumlah pemilih TPS maksimal 500 orang. Dengan demikian 3 digit sudah cukup.

  23. Sebelum di release di QC bener2 donk.. masa baru ketauan kesalahan ini ketika udah di jalanin. Bug..Bug..and Bug..
    ICR nya juga sangat standard. bener2 ga advance algorithm di dalamnya. Buatan siapa sih ICR nya?

  24. […]  Pada Rabu sore tanggal 15 April 2009, diberitakan telah terjadi lonjakan suara salah seorang caleg…. Tim IT KPU telah melakukan analisis terhadap seluruh sistem yang berkaitan dengan entri data dan penayangan, hasil analisis menunjukkan penyebabnya adalah: […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: