<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk TI KPU 2009: Teknologi Informasi untuk Pemilu 2009</title>
	<atom:link href="http://tipemilu2009.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tipemilu2009.wordpress.com</link>
	<description>Teknologi Informasi untuk Pemilu 2009</description>
	<lastBuildDate>Sat, 10 Oct 2009 16:29:18 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Q&amp;A dengan Jawa Pos oleh Adam Kurniawan</title>
		<link>http://tipemilu2009.wordpress.com/2009/04/20/qajp/#comment-90</link>
		<dc:creator>Adam Kurniawan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 16:29:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tipemilu2009.wordpress.com/?p=95#comment-90</guid>
		<description>Sob, mau tukar link?.
Saya suka dengan artikel2 yang ada ditempat Anda.
Kalau gitu saya tunggu konfirmasinya di salah satu postingan saya ya sob!.
Ini Blog saya: &lt;a title=&quot;Adam Kurniawan&#039;s Weblog&quot; href=&quot;http://adamkurniawan.wordpress.com&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt; Blognya anak Indonesia&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sob, mau tukar link?.<br />
Saya suka dengan artikel2 yang ada ditempat Anda.<br />
Kalau gitu saya tunggu konfirmasinya di salah satu postingan saya ya sob!.<br />
Ini Blog saya: <a title="Adam Kurniawan's Weblog" href="http://adamkurniawan.wordpress.com" rel="nofollow"> Blognya anak Indonesia</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mailing list untuk diskusi masalah TI dalam Pemilu oleh Dr. Budi Mulyana, SpOG</title>
		<link>http://tipemilu2009.wordpress.com/2009/04/06/mailing-list-untuk-diskusi-masalah-ti-dalam-pemilu/#comment-88</link>
		<dc:creator>Dr. Budi Mulyana, SpOG</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2009 10:59:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tipemilu2009.wordpress.com/?p=23#comment-88</guid>
		<description>Nantinya bisa dilacak dong, siapa milih siapa, sehingga tidak ada lagi unsur kerahasiaannya. Sepertinya saya tidak setuju pak..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nantinya bisa dilacak dong, siapa milih siapa, sehingga tidak ada lagi unsur kerahasiaannya. Sepertinya saya tidak setuju pak..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Q&amp;A dengan Jawa Pos oleh Irwanto Kumar</title>
		<link>http://tipemilu2009.wordpress.com/2009/04/20/qajp/#comment-87</link>
		<dc:creator>Irwanto Kumar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 20:14:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tipemilu2009.wordpress.com/?p=95#comment-87</guid>
		<description>Dari penjelasan ini, berarti kegagalan bukan semata-mata kesalahan ICR nya, tapi karena kondisi nya. Penjelasan ini harus disebarluaskan, agar salah dan benar itu jelas, BPPT kan lembaga iptek, tentu kajiannya lebih didengar. Sbg orang awam, jgn sampai negara dirugikan, itu saja.
Bandingkan juga dgn lelang Scanner + Software Data Capture ICR di BPS, Biro Pusat Statistik, senilai 34 Milyar utk 50 unit. Jika di KPU harga perunit @25 juta (ini pun masih ada kemungkinan markup) maka di BPS @600 juta. Lelang di BPS benar2 mengindikasikan markup, spesifikasi sgt mengunci shg tidak tercipta iklim kompetisi sehat, bahkan ada konspirasi agar pemenang lelang menghabiskan pagu dgn sistem lelang skrg. KPK dan KPPU harus memeriksa menuntaskan masalah ICR baik di KPU dan BPS. Klo bersih, knp harus risih?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari penjelasan ini, berarti kegagalan bukan semata-mata kesalahan ICR nya, tapi karena kondisi nya. Penjelasan ini harus disebarluaskan, agar salah dan benar itu jelas, BPPT kan lembaga iptek, tentu kajiannya lebih didengar. Sbg orang awam, jgn sampai negara dirugikan, itu saja.<br />
Bandingkan juga dgn lelang Scanner + Software Data Capture ICR di BPS, Biro Pusat Statistik, senilai 34 Milyar utk 50 unit. Jika di KPU harga perunit @25 juta (ini pun masih ada kemungkinan markup) maka di BPS @600 juta. Lelang di BPS benar2 mengindikasikan markup, spesifikasi sgt mengunci shg tidak tercipta iklim kompetisi sehat, bahkan ada konspirasi agar pemenang lelang menghabiskan pagu dgn sistem lelang skrg. KPK dan KPPU harus memeriksa menuntaskan masalah ICR baik di KPU dan BPS. Klo bersih, knp harus risih?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Penjelasan masalah ICR pada lonjakan suara 15 April 2009 oleh Pemilu 2009 &#124; Doni Setio Pambudi</title>
		<link>http://tipemilu2009.wordpress.com/2009/04/15/penjelasan-masalah-icr/#comment-81</link>
		<dc:creator>Pemilu 2009 &#124; Doni Setio Pambudi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 02:12:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tipemilu2009.wordpress.com/?p=68#comment-81</guid>
		<description>[...]  Pada Rabu sore tanggal 15 April 2009, diberitakan telah terjadi lonjakan suara salah seorang caleg.... Tim IT KPU telah melakukan analisis terhadap seluruh sistem yang berkaitan dengan entri data dan penayangan, hasil analisis menunjukkan penyebabnya adalah: [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...]  Pada Rabu sore tanggal 15 April 2009, diberitakan telah terjadi lonjakan suara salah seorang caleg&#8230;. Tim IT KPU telah melakukan analisis terhadap seluruh sistem yang berkaitan dengan entri data dan penayangan, hasil analisis menunjukkan penyebabnya adalah: [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mailing list untuk diskusi masalah TI dalam Pemilu oleh sani</title>
		<link>http://tipemilu2009.wordpress.com/2009/04/06/mailing-list-untuk-diskusi-masalah-ti-dalam-pemilu/#comment-80</link>
		<dc:creator>sani</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2009 16:19:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tipemilu2009.wordpress.com/?p=23#comment-80</guid>
		<description>usul saya untuk pilpres gak usah pake TI lagi deh
hitung manual aja.
lebih hemat dan lebih cepat.
dibanding pake TI, udah mahal, lambat, error.
atau peke aja sistim yang digunakan lembaga2 Quick Qount
saya kira lebih teruji.

lambannya tabulasi suara ini benar-benar memalukan BPPT 
sebagai lembaga yang (diakui &quot;&#039;kepintarannya&quot;)?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>usul saya untuk pilpres gak usah pake TI lagi deh<br />
hitung manual aja.<br />
lebih hemat dan lebih cepat.<br />
dibanding pake TI, udah mahal, lambat, error.<br />
atau peke aja sistim yang digunakan lembaga2 Quick Qount<br />
saya kira lebih teruji.</p>
<p>lambannya tabulasi suara ini benar-benar memalukan BPPT<br />
sebagai lembaga yang (diakui &#8220;&#8216;kepintarannya&#8221;)?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengenal sekilas Intelligent Character Recognition (ICR) dalam Pemilu 2009 oleh Comeltator</title>
		<link>http://tipemilu2009.wordpress.com/2009/04/06/mengenal-icr/#comment-79</link>
		<dc:creator>Comeltator</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 13:42:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tipemilu2009.wordpress.com/?p=26#comment-79</guid>
		<description>Mmm....

Saat memilih sebuah solusi teknologi, harusnya dipikirkan juga sedari awal apakah teknologi tersebut dapat diterapkan dengan baik, apakah teknologi tersebut menjadi solusi ataukah malah menimbulkan masalah baru...

Setiap teknolog juga harus memikirkan hal tersebut. Kita harus bertanggung jawab untuk setiap rupiah yang yang kita terima, terutama bila uang itu adalah uang rakyat.

Jika sedari awal diperkirakan solusi yang kita berikan itu akan bermasalah di kemudian hari, ya jangan dipaksakan untuk diimplementasikan, &quot;hanya&quot; untuk memperoleh uang beberapa milyar...

Beberapa proyek E-Gov yang gagal (terutama IT KPU yang begitu terekspos media) menyebabkan citra IT di Indonesia begitu buruk.

Ayo insan IT Indonesia, kembalikan citra IT Indonesia... Jangan sampai muncul kesan di masyarakat bahwa proyek-proyek IT di pemerintahan itu cuma akal-akalan, lahan subur buat para koruptor...

bla bla bla...[capek gw]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mmm&#8230;.</p>
<p>Saat memilih sebuah solusi teknologi, harusnya dipikirkan juga sedari awal apakah teknologi tersebut dapat diterapkan dengan baik, apakah teknologi tersebut menjadi solusi ataukah malah menimbulkan masalah baru&#8230;</p>
<p>Setiap teknolog juga harus memikirkan hal tersebut. Kita harus bertanggung jawab untuk setiap rupiah yang yang kita terima, terutama bila uang itu adalah uang rakyat.</p>
<p>Jika sedari awal diperkirakan solusi yang kita berikan itu akan bermasalah di kemudian hari, ya jangan dipaksakan untuk diimplementasikan, &#8220;hanya&#8221; untuk memperoleh uang beberapa milyar&#8230;</p>
<p>Beberapa proyek E-Gov yang gagal (terutama IT KPU yang begitu terekspos media) menyebabkan citra IT di Indonesia begitu buruk.</p>
<p>Ayo insan IT Indonesia, kembalikan citra IT Indonesia&#8230; Jangan sampai muncul kesan di masyarakat bahwa proyek-proyek IT di pemerintahan itu cuma akal-akalan, lahan subur buat para koruptor&#8230;</p>
<p>bla bla bla&#8230;[capek gw]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Penjelasan masalah ICR pada lonjakan suara 15 April 2009 oleh Van Rohm</title>
		<link>http://tipemilu2009.wordpress.com/2009/04/15/penjelasan-masalah-icr/#comment-78</link>
		<dc:creator>Van Rohm</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2009 07:52:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tipemilu2009.wordpress.com/?p=68#comment-78</guid>
		<description>Sebelum di release di QC bener2 donk.. masa baru ketauan kesalahan ini ketika udah di jalanin. Bug..Bug..and Bug..
ICR nya juga sangat standard. bener2 ga advance algorithm di dalamnya. Buatan siapa sih ICR nya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum di release di QC bener2 donk.. masa baru ketauan kesalahan ini ketika udah di jalanin. Bug..Bug..and Bug..<br />
ICR nya juga sangat standard. bener2 ga advance algorithm di dalamnya. Buatan siapa sih ICR nya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Penjelasan masalah ICR pada lonjakan suara 15 April 2009 oleh Tim TI BPPT</title>
		<link>http://tipemilu2009.wordpress.com/2009/04/15/penjelasan-masalah-icr/#comment-77</link>
		<dc:creator>Tim TI BPPT</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 05:01:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tipemilu2009.wordpress.com/?p=68#comment-77</guid>
		<description>Menurut UU No.10 th.2008,  jumlah pemilih TPS maksimal 500 orang. Dengan demikian 3 digit sudah cukup.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Menurut UU No.10 th.2008,  jumlah pemilih TPS maksimal 500 orang. Dengan demikian 3 digit sudah cukup.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengenal sekilas Intelligent Character Recognition (ICR) dalam Pemilu 2009 oleh Feri Santosa</title>
		<link>http://tipemilu2009.wordpress.com/2009/04/06/mengenal-icr/#comment-76</link>
		<dc:creator>Feri Santosa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 04:36:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tipemilu2009.wordpress.com/?p=26#comment-76</guid>
		<description>Pak Eko, kebetulan saya biasa menggunakan scanner untuk keperluan bisnis. Untuk teknologi ICR , yang diolah adalah image hasil scanning bukan dokumennya, image ini harus cukup bagus artinya bantuk huruf isian tulisan tangannya harus cukup jelas tertangkap digambar dan bersih.
Scanner Flatbed memiliki kemampuan memproses satu muka halaman dan dibelakang dokumen biasanya tertutup oleh pintu scanner yang biasanya warnanya putih, dengan demikian kecil kemungkinan  ada gambar bayangan cahaya yg masuk dan mengganggu proses scanning. Untuk jumlah lembar yang banyak biasanya digunakan scanner jenis ADF, dimana kertas satu tumpuk dapat dipindai satu lembar demi satu lembar secara otomatis dengan cepat. Bedanya kemudian adalah pada scanner ADF tidak ada tutup yang menghalangi cahaya yang tidak dikehendaki yang bisa mengganggu hasil scan (ada bayangan hitam atau bahkan hitam sama sekali) terutama pada kertas tipis atau transparan.

Untuk itu bukan tidak ada solusinya , beberapa scanner ADF telah dilengkapi mode advanced untuk mengatasi hal ini, mungkin sewaktu pelatihan di kpu belum terpikir untuk disampaikan materinya. Beberapa setting scanner pada merk -merk scanner untuk mengatasi kertas tipis ada di http://scanningtechnologies.blogspot.com/2009/04/tips-scanning-untuk-menghadapi-kertas.html.

Semoga bisa membantu, dan apabila ada kesalahan penyampaian semoga dapat dikoreksi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Eko, kebetulan saya biasa menggunakan scanner untuk keperluan bisnis. Untuk teknologi ICR , yang diolah adalah image hasil scanning bukan dokumennya, image ini harus cukup bagus artinya bantuk huruf isian tulisan tangannya harus cukup jelas tertangkap digambar dan bersih.<br />
Scanner Flatbed memiliki kemampuan memproses satu muka halaman dan dibelakang dokumen biasanya tertutup oleh pintu scanner yang biasanya warnanya putih, dengan demikian kecil kemungkinan  ada gambar bayangan cahaya yg masuk dan mengganggu proses scanning. Untuk jumlah lembar yang banyak biasanya digunakan scanner jenis ADF, dimana kertas satu tumpuk dapat dipindai satu lembar demi satu lembar secara otomatis dengan cepat. Bedanya kemudian adalah pada scanner ADF tidak ada tutup yang menghalangi cahaya yang tidak dikehendaki yang bisa mengganggu hasil scan (ada bayangan hitam atau bahkan hitam sama sekali) terutama pada kertas tipis atau transparan.</p>
<p>Untuk itu bukan tidak ada solusinya , beberapa scanner ADF telah dilengkapi mode advanced untuk mengatasi hal ini, mungkin sewaktu pelatihan di kpu belum terpikir untuk disampaikan materinya. Beberapa setting scanner pada merk -merk scanner untuk mengatasi kertas tipis ada di <a href="http://scanningtechnologies.blogspot.com/2009/04/tips-scanning-untuk-menghadapi-kertas.html" rel="nofollow">http://scanningtechnologies.blogspot.com/2009/04/tips-scanning-untuk-menghadapi-kertas.html</a>.</p>
<p>Semoga bisa membantu, dan apabila ada kesalahan penyampaian semoga dapat dikoreksi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Q&amp;A dengan Jawa Pos oleh Feri Santosa</title>
		<link>http://tipemilu2009.wordpress.com/2009/04/20/qajp/#comment-75</link>
		<dc:creator>Feri Santosa</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 04:26:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tipemilu2009.wordpress.com/?p=95#comment-75</guid>
		<description>Sebagai referensi teknologi ICR telah dipergunakan untuk memproses Sensus Penduduk tahun 2000 oleh BPS, Kemudian P4B Pemilu 2004 oleh BPS juga menggunakan ICR, kemudian beberapa bank di Indonesia telah menggunakan ICR untuk memproses aplikasi kartu kredit, ICR juga digunakan salah satu pertambangan di Indonesia untuk memproses rekrutmen pegawai, dan pada tahun 2006 salah satu penyedia riset Pertamina melakukan riset penggunaan minyak tanah dengan bantuan ICR. Bedanya formulir yang digunakan memang didesain seaman mungkin dan cetakannya melalui suatu kontrol kualitas. Jadi kalau &quot;teknologi&quot;nya ICR ini memang telah banyak di implementasikan di Indonesia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai referensi teknologi ICR telah dipergunakan untuk memproses Sensus Penduduk tahun 2000 oleh BPS, Kemudian P4B Pemilu 2004 oleh BPS juga menggunakan ICR, kemudian beberapa bank di Indonesia telah menggunakan ICR untuk memproses aplikasi kartu kredit, ICR juga digunakan salah satu pertambangan di Indonesia untuk memproses rekrutmen pegawai, dan pada tahun 2006 salah satu penyedia riset Pertamina melakukan riset penggunaan minyak tanah dengan bantuan ICR. Bedanya formulir yang digunakan memang didesain seaman mungkin dan cetakannya melalui suatu kontrol kualitas. Jadi kalau &#8220;teknologi&#8221;nya ICR ini memang telah banyak di implementasikan di Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
